Cari pengganti kantong plastik yang benar-benar ramah lingkungan? Saat International Plastic Bag Free Day tiba, kita semua disiplin bawa totebag ke supermarket. Itu langkah bagus. Tapi ada area rumah yang sering luput: Kamar mandi.

Botol sabun cair, segel plastik, sampai butiran scrub di wastafel. Padahal, industri kecantikan masuk 3 besar penyumbang limbah plastik global.

Kabar baiknya: Perubahan besar bisa mulai dari hal kecil. Cukup ganti 1 rutinitas mandi kamu dengan produk dari Dewijaya Care.


Gambar: Bukti visual cassava bag yang larut sempurna tanpa sisa plastik

1. Mengenal Cassava Bag: Kemasan yang ‘Hilang’ dalam 180 Hari

Dewijaya Care punya prinsip: skincare ramah lingkungan harus utuh dari hulu ke hilir. Kalau isinya alami, bungkusnya juga harus bertanggung jawab.

Maka dari itu, selain kotak kardus daur ulang, setiap sabun artisan kami bungkus pakai cassava bag atau kantong singkong.

Apa Bedanya dengan Plastik Biasa?

Plastik Konvensional Cassava Bag Dewijaya Care
Butuh 500+ tahun untuk terurai Terurai di tanah dalam ~180 hari
Menghasilkan mikroplastik Larut di air panas tanpa sisa
Mencemari rantai makanan laut Aman untuk kompos rumah

Cassava bag terbuat dari pati singkong murni. Saat kena air panas, dia meleleh jadi air dan CO2. Tidak ada partikel mikroplastik yang bisa termakan satwa liar.

Bukti: Kemasan ini sudah lolos uji OK Compost HOME TUV Austria. Artinya aman untuk dibuang di komposter rumah.

2. Bahaya Tersembunyi: Microbeads di Sabun Scrub Kamu

Limbah plastik kamar mandi tidak hanya dari kemasan luarnya saja.

Banyak produk scrub di pasaran masih menggunakan microbeads. Ini adalah butiran plastik berukuran kurang dari 5mm untuk mengangkat sel kulit mati. Masalahnya, butiran ini terlalu kecil untuk disaring sistem air limbah.

Akibatnya, microbeads hanyut ke laut, dimakan biota laut, lalu kembali ke rantai makanan manusia.

Ingin tahu alternatif yang lebih aman? Baca juga: Scrub untuk Kulit Sensitif: 3 Eksfoliator Alami Tanpa Microbeads.

Solusi Dewijaya Care: 100% Eksfoliator Alami

Perbandingan makro microbeads plastik biru bulat mengkilap versus bubuk kopi organik coklat kasar tidak beraturan dari Dewijaya Care di atas daun pisang
Gambar: Perbedaan microbeads plastik vs bubuk kopi organik alami

Kami mengganti plastik dengan agen eksfoliasi yang 100% biodegradable dan aman untuk kulit:

  • Bubuk Kopi Alami 200 Micron: Ukurannya cukup halus untuk eksfoliasi tanpa melukai kulit sensitif. Kandungannya membantu melancarkan sirkulasi dan menyamarkan selulit.
  • Beras & Oat Organik: Mengangkat sel kulit mati paling lembut. Oat mengandung Avenanthramide yang berfungsi menenangkan kulit kering dan ketarik.

Ketika dibilas, sisa scrub alami ini akan terurai kembali ke tanah menjadi biomassa. 0% limbah. 100% aman bagi bumi.

3. Mulai Langkah Hijau Kamu dari 1 Batang Sabun

Kamu tidak perlu menjadi aktivis lingkungan dalam semalam. Cukup mulai dari 1 kebiasaan baru: Ganti sabun mandi kamu.

Pilih sabun yang menjaga skin barrier kamu, sekaligus menjaga ekosistem bumi. Itulah definisi Sustainable Luxury menurut Dewijaya Care.


Pertanyaan untuk kamu: Sabun mandi di kamar mandi kamu sekarang, bungkusnya bisa terurai nggak? Kalau belum, mungkin sudah waktunya ganti.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah cassava bag benar-benar bisa larut di air?

Ya. Cassava bag terbuat dari pati singkong. Saat direndam air panas di atas 80°C, kemasan akan meleleh dalam beberapa detik dan larut sempurna tanpa sisa mikroplastik.

Apa bedanya microbeads dengan bubuk kopi alami?

Microbeads adalah plastik sintetik yang tidak terurai dan mencemari laut. Bubuk kopi alami Dewijaya Care adalah bahan organik yang terurai menjadi biomassa dan aman untuk tanah serta air.

Apakah produk Dewijaya Care aman untuk kulit sensitif?

Aman. Kami menggunakan butiran eksfoliasi 200 micron yang sangat halus, ditambah oat yang mengandung Avenanthramide untuk menenangkan iritasi pada kulit sensitif. Semua produk sudah Halal MUI dan mengandung Vegan Oil.